SMK ber-KAIZEN

Icon

… upaya membangun karakter PROBLEM SOLVING, menuju INDONESIA yang lebih baik.

Budaya Pemimpin yang Melayani


Bisnis Indonesiaada September lalu, bos Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda berkunjung ke Indonesia merayakan 40 tahun raksasa otomotif asal Jepang tersebut berkiprah di industri Indonesia.

Komitmen perusahaan ini untuk mengembangkan bisnis serta memperluas investasinya di Indonesia tetap terjaga. Keputusan yang tentu bukan semata soal keuntungan, melainkan bentuk kepercayaan seperti tradisi yang dibangun perusahaan itu sejak awal berdiri.

Bicara Toyota, berarti bicara nama besar. Perusahaan yang berangkat dari industri tekstil ini mampu menjelma dan mengembangkan produk otomotif komersialnya hingga menjangkau seluruh pelosok dunia.

Jelas, keberhasilan Toyota ini tidak diraih dalam sekejap. Butuh waktu hingga puluhan tahun sejak berdiri pada 1933 membangun kejayaan perusahaan, lengkap dengan strategi mengelola sumber daya yang dimiliki.

Dalam perjalanannya, kesuksesan Toyota tak bisa dilepaskan dari kecemerlangan budaya organisasi dengan memperkenalkan teori1 revolusioner yang dikenal melalui pola 4P. philosophy, people, process dan problem solving.

Melalui pengembangan dan memotivasi sumber daya manusianya, perusahaan semakin percaya dalam menempatkan dirinya untuk menciptakan produk berkualitas tinggi.

Secara umum, konsep yang dikembangkan perusahaan yang mencatat laba bersih pada 2010 hingga US$2,73 miliar ini banyak dikembangkan perusahaan lain, baik yang skala besar maupun perusahaan tengah berkembang.

Namun, ada satu prinsip yang dapat dipelajari dari Toyota mengenai budaya dalam hal kepemimpinan yang telah diwariskan turun menurun.

Prinsip yang selalu dipegang teguh oleh setiap pemimpin Toyota yakni sifat kepemimpinan yang melayani. Seperti terdengar sebagai hal biasa, bahkan kerap menjadi retorika di negeri ini.

Sikap pemimpin yang melayani ini mengandung beberapa gagasan dan pernyataan yang kerap disampaikan para pemimpin perusahaan raksasa tersebut, di antaranya cara pandang tentang anggota tim sebagai pakarnya.

Maksud pandangan ini, kepercayaan pemimpin terhadap para pekerjanya sangat besar untuk menghasilkan nilai tambah. Kepemimpinan dalam budaya kepemimpinan Toyota menekankan pula agar setiap orang fokus pada permasalahan, bukan orang.

Satu hai yang kerap diabaikan pemimpin, namun bisa kita temukan dalam gaya memimpin para petinggi Toyota adalah cara pandang terhadap satu kesalahan. Kesalahan bagi mereka bukanlah hal tabu, selama orang tersebut belajar dari kesalahan tersebut.

http://bataviase.co.id/node/847676

Filed under: Case Study

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: