SMK ber-KAIZEN

Icon

… upaya membangun karakter PROBLEM SOLVING, menuju INDONESIA yang lebih baik.

Adab dan Etika Menuntut Ilmu


Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhan dalam Kitab Ma`alim fi thariq Thalab Al-Ilmi yang di terjemahkan oleh Nuralim dan Beni Sarbeni, dia menasehatkan kepada penuntut ilmu agar selalu memperhatikan adab-adab kesopanan sebagai berikut:

courtesy : ahmadchan.wordpress

Pertama, ikhlas karena Allah dalam Menuntut Ilmu.

Kedua, bacalah buku tentang Ilmu dan Etika Menuntut Ilmu.

Ketiga, utamakan yang paling penting dalam menuntut ilmu.

Keempat, Hindari sikap sok tahu.

Kelima, Memuji Allah ketika menyebutkan Nama-Nya.

Keenam, mengucap shalawat dan salam ketika menyebut nama Nabi.

Ketujuh, Mendoakan keridhaan ketika menyebut nama sahabat.

Kedelapan, mendoakan kerahmatan ketika menyebut nama ulama.

Kesembilan, cermat dan teliti dalam mengutip referensi.

Kesepuluh, tidak menisbah hadis pada selain Shahihaian jika ada Ia pada kitab itu.

Kesebelas, teliti dan cermat dalam mengutip nasihat.

Kedua Belas, Menghubungkan ungkapan kepada pemiliknya.

Ketigabelas, jangan anggap kecil pelajaran sedikitpun.

Ke empatbelas, jangan menyembunyikan ilmu.

Ke limabelas, hati-hati berdalil dengan hadis lemah dan palsu.

Ke enambelas, jangan mendhaifkan suatu hadis kecuali setelah meneliti dan bertanya.

Ke tujuhbelas, jangan mengabaikan pertanyaan orang.

Ke delapanbelas, gunakan buku tulis untuk mencatat pelajaran dan pertanyaan.

Ke sembilanbelas, berusaha membaca pada setiap momentum.

Ke duapuluh, waspadai kesibukan dengan hal-hal mubah.

Ke Duapuluhsatu, Jangan sibukkan diri dengan sesuatu yang kurang utama.

Ke duapuluhdua, kunjungi perpustakaan dan bacalah semampunya.

Ke Duapuluhtiga, menengok keleksi pustaka pribadi.

Ke duapuluhempat, jangan sama ratakan istilah keilmuan yang mirip.

Ke duapuluhlima, bacalah istilah para penulis, metode, penulisan dan resensi buku.

Ke duapuluhenam, jangan tergesa-gesa memahami perkataan nasihat.

Ke duapuluhtujuh, perbanyakkanlah membaca buku fatwa.

Ke duapuluhdelapan, jangan cepat menampik sesuatu secara umum.

Ke duapuluhsembilan, jika meriwayatkan hadis secara makna, maka jelaskan.

Ke tigapuluh, jangan gunakan ungkapan yang memuji diri sendiri.

Ke tigapuluhsatu, terima kritik dan nasehat dengan hati lapang.

Ke tigapuluhdua, jangan pedulikan sedikitnya orang yang menperhatikan pelajaran.

Ke tigapuluhtiga, jangan sia-sia kan waktu untuk menbahas perkara yang tak bermanfaat.

Ke tigapuluhempat, jangan menyibukkan diri dengan pembahasan yang keluar dalam konteks.

Ke tigapuluhlima , tidak berpindah-pindah buku ketika membaca.

Ke tigapuluhenam, jangan berlebihan dalam memilih kata-kata.

Ke tigapuluhtujuh, waspadai bicara tanpa ilmu.

Ke tigapuluhdelapan, jangan terpengaruh dengan hinaan yang bersifat pribadi.

Ke tigapuluhsembilan, waspadai rasa bosan dalam menuntut ilmu

Semoga bermanfaat.

Courtesy : nusantaraku.org/forum

Filed under: Article, Sharing Corner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: