SMK ber-KAIZEN

Icon

… upaya membangun karakter PROBLEM SOLVING, menuju INDONESIA yang lebih baik.

Kaizen dan Prinsip Menghormati Orang Lain


Salah satu pilar dalam membangun kaizen adalah prinsip menghormati orang lain.

Dalam konsep bisnis manapun, sumberdaya manusia merupakan aset yang berharga. Dari sinilah, diharapkan bisnis akan terus tumbuh dan berkembang. Sehingga tidak mengherankan jika hampir di setiap perusahaan, mereka selalu menganggarkan dana untuk melakukan pelatihan dan pembinaan kepada karyawannya.

Dalam konsep kaizen, menghormati orang lain merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan.

Apa buktinya? Sebutkan laporan QCC sebagai salah satu contoh. Dimana pada bagian awal, tim QCC harus memperkenalkan anggotanya, bahkan umumnya mereka menyajikan foto dengan berbagai pose yang terkadang terkesan informal, untuk menunjukkan bahwa problem solving (baca : kaizen) dengan tema yang sedang diangkat, diselesaikan oleh SDM yang handal.

Pada bagian awal, juga biasanya ditunjukkan skill mapping sebagai gambaran atas kondisi sebelum dilakukannya kaizen, dimana pada bagian akhir juga akan disajikan perkembangan skill anggota setelah QCC, yang mencakup job skill dan QCC skill.

Yang lebih mengagumkan lagi, dalam step 4, dimana merupakan salah satu step yang paling menentukan. Step ini bertujuan untuk mencari akar masalah. Umumnya penggunakan alat bantu 5 WHY menjadi tools yang cukup membantu. Apa kelebihannya? Pada penggunaan tools ini, kita tidak diperbolehkan untuk menyalahkan seseorang. Hingga pada kondisi ekstrem dimana jika ternyata ada indikasi seseorang bermasalah pada masalah yang sedang diangkat, maka kita harus mencari akar masalah penyebabnya. Misalnya, karena dia tidak mengetahui Standard Operation Procedure-nya sehingga perlu dibuatkan SOP-nya, atau karena ia sering lupa sehingga perlu dibuat semacam post it untuk mengingatkan, atau karena kurang terampil sehingga perlu dilakukan pelatihan khusus, atau hal lainnya.

Menarik bukan? Sehingga dengan konsep ini akan terbangun team yang tangguh, yang siap untuk menyelesaikan masalah besar lainnya.

Bayangkan jika dalam sebuah team dipenuhi dengan saling menyalahkan antara anggota?

Selamat ber-Kaizen.

 

 

Filed under: Problem Solving, Sharing Corner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: