SMK ber-KAIZEN

Icon

… upaya membangun karakter PROBLEM SOLVING, menuju INDONESIA yang lebih baik.

Dicari: Problem Solver


Orang-orang yang berperan sebagai problem solver atau pemikir solutif sangat dibutuhkan di dunia bisnis saat ini.

Sebagai pemilik bisnis, tidak mungkin semua masalah saya tangani sendirian saja. Kemampuan otak terbatas, juga emosional. Saat emosi, sulit untuk berpikir jernih. Siapa pun pasti mengalaminya, tak terkecuali saya.

Alangkah indahnya jika di perusahaan kita banyak orang-orang yang bertindak sebagai problem solver.

Bangsa kita memang dididik tidak untuk menjadi problem solver. Lihat saja sistim pendidikan kita yang masih mengutamakan hafalan. Anak-anak dicekoki hafalan lebih banyak ketimbang diajak berpikir, mengekplorasi bagaimana mencari jawab terhadap segala permasalahan hidup.

Ketika menghadapi dunia nyata, barulah kita sadar, bahwa skill sebagai problem solver lebih penting ketimbang “problem absorber”, ini istilah saya untuk orang-orang yang menelan begitu saja masalah tanpa mampu berbuat apa pun terhadapnya.

Menurut Ken Watanabe, penulis buku Problem Solving 101, ada 5 tipe orang ketika menghadapi masalah:

Pertama: Pengeluh. Orang tipe ini cepat menyerah setiap kali menghadapi masalah, bahkan yang terkecil sekalipun. “Aku tidak akan bisa melakukannya”, adalah kata-kata yang sering diucapkannya ketika menghadapi tantangan atau masalah.

Kedua: Pengkritik. Ia selalu berbicara tanpa takut. Ia adalah pengkritik ulung. Apa pun rencananya, selalu dapat ditunjukkannya kelemahan dan kekurangannya dengan gamblang. “Gagasan bodoh”, “Ini pasti akan kacau”, “Tidak akan bisa berhasil”, adalah kata-kata yang sering keluar dari mulutnya.

Ketiga: Pemimpi. Pikirannya mengawang-awang. Suka mencetuskan gagasan baru, tapi jarang terealisasi. Ia tidak pernah mau bergerak mencari tahu bagaimana gagasan itu supaya terwujud. Ia puas dengan mimpi-mimpi saja. “Aku akan menulis novel”, “Suatu saat aku akan memulai bisnis”, adalah ciri-ciri perkataan seorang pemimpi.

Keempat: Reaksi Cepat. Terlihat seperti pemecah masalah, padahal bukan. Kita akan terpukau saat bertemu pertama kali. Ia tidak pernah mencemaskan segala sesuatu yang negatif. Bila ada sesuatu yang salah, ia akan segera bertindak. Kegigihan dan inisiatifnya adalah hal yang positif, namun, jika saja ia berhenti dan berpikir sejenak berpikir sebelum terburu-buru bertindak, ia pasti bisa mencapai hal yang lebih baik lagi. Ia sering menolak pendapat orang lain, tidak mau mengubah arah. Ia tidak tertarik mencari tahu akar penyebab masalah atau mempertimbangkan solusi alternatif. Ia tidak menyadari bahwa berhenti untuk berpikir bisa jadi sama pentingnya dengan mengambil tindakan.

“Aku tidak akan pernah menyerah”, “Aku akan mencoba lebih keras!”, adalah kata-kata yang sering diucapkan orang tipe ini.

Kelima, Pemecah Masalah, problem solver. Orang tipe ini mengatasi tantangan dengan tenang. Mereka menetapkan tujuan dan menyelesaikan segala sesuatunya. Mereka memikirkan akar penyebab masalah, menyusun rencana yang efektif sebelum bertindak dan bersedia menyusun ulang rencana ketika muncul tantangan baru. Mereka menyeimbangkan antara berpikir dan bertindak. Mereka menikmati pembelajaran dari kesuksesan maupun kegagalan.

Mereka mengidentifikasi akar penyebab masalah dan penetapan tujuan spesifik. Mereka memiliki sikap positif dan tetap fokus pada apa yang bisa diubah ketimbang menyesali yang telah terjadi. Mereka menyusun rencana tindakan spesifik untuk memperbaiki masalah dan kemudian bertindak. Setelah bertindak, mereka terus memonitor kemajuan terus menerus.

Ini adalah kata-kata yang sering dilontarkan oleh orang tipe problem solver: “”Oke, aku akan meyelesaikannya dalam tiga bulan”, “Ini adalah masalah, namun daripada mencemaskannya, aku akan mencari tahu apa yang bisa kulakukan terkait hal ini”, “Lalu, apa sebenarnya penyebab masalah ini?”

Apakah kita termasuk orang tipe problem solver?

Apakah orang-orang di organisasi kita banyak problem solver?

Apakah anak-anak kita telah dididik untuk menjadi problem solver?

Ini pertanyaan dan tantangan yang harus kita jawab.

Wassalam,

sumber : tangandiatas(dot).com

Filed under: Sharing Corner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: